Aktivis HMI Segel Kantor Pertamina

Rabu, 16 Maret 2011 14:37 wib
 0  3 Email0
Puluhan aktivis HMI berunjuk rasa di Kantor Pertamina Yogyakarta. (Foto: okezone)

Puluhan aktivis HMI berunjuk rasa di Kantor Pertamina Yogyakarta. (Foto: okezone)

YOGYAKARTA – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Yogyakarta menyegel Kantor Pertamina Region IV di Jalan Pangeran Mangkubumi.

Mereka menolak kebijakan pemerintah yang akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).

Berdasarkan pantauan okezone di lokasi, tidak ada satu pun pejabat Pertamina yang menemui massa. Mereka melakukan orasi di depan pintu masuk Pertamina siang tadi.

“Apa pun alasannya, kenaikan BBM justru mencekik rakyat kecil. Kita semua tahu, rakyat terus tertindas dengan segala kebijakan Pemerintah yang tidak merakyat,” teriak koordinator aksi, Taufik Saefuddin saat berorasi, Rabu (16/3/2011).

Massa juga melakukan aksi serupa di Kompleks Kepatihan. Saat di depan Gedung Kantor Gubernur DIY tersebut, pintu masuk ditutup rapat petugas SatPol PP. Mereka juga melakukan orasi meminta pemerintah tidak menaikkan harga BBM.

Mahasiswa UIN Demo Tolak Kenaikan Harga BBM

Kamis, 17 Maret 2011 15:38 wib
 0  0 Email0
ilustrasi (Foto: SI)

ilustrasi (Foto: SI)

TANGERANG – Puluhan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah yang tergabung dalam Komunitas Mahasiswa (KM) UIN melakukan aksi unjuk rasa menolak rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Kordinator Lapangan (Korlap) aksi mahasiswa Heru Hermansyah mengatakan, kenaikan harga BBM hanya akan menambah penderitaan rakyat dengan melambungnya sejumlah harga kebutuhan pokok.

Tingginya harga minyak mentah dunia yang mencapai 104 USD per barrel, menurut mahasiswa tidak bisa dijadikan acuan satu-satunya oleh pemerintah untuk menaikkan harga BBM.

“Jika pemerintah tidak bisa mengendalikan harga sembako dan malah menaikkan harga BBM, maka ini bukti kegagalan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono,” ujarnya, kepada okezone, di Ciputat, Kamis (17/3/2011).

Setelah menggelar orasi selama hampir sekira 60 menit, mahasiswa pun melanjutkan aksi di Jalan Kimia, depan kantor LBH, Jakarta Pusat dengan menggunakan bus. Di dalam kampus, aksi berjalan cukup tertib dan damai. Tidak ada penjagaan dari aparat kepolisian saat aksi berlangsung.

SBY: Demo Menolak Kenaikan Harga BBM Jangan Anarkistis

Rabu, 7 Maret 2012 13:05 wib
 1  14 Email0
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (Foto: Susi/Okezone)

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (Foto: Susi/Okezone)

JAKARTA – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta masyarakat tidak arogan dalam menyampaikan aspirasi terkait kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang rencananya akan dilakukan pada 1 April mendatang.

“Unjuk rasa atau protes tertentu harus dipahami sebagai makna demokrasi apa adanya. Yang penting segala bentuk protes ataupun unjuk rasa itu tidak berubah jadi aksi anarkis yang merusak apalagi tindakan melawan hukum dan ini konstitusional,” ujar Presiden dalam sambutanya di Tempo Scan Tower, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Rabu (7/3/2012).

Menurut Presiden, amat disayangkan jika aksi demonstrasi dilakukan anarkis sehingga dapat menimbulkan kerusakan maka hal itu akan sia-sia.

“Kalau itu terjadi apa yang kita bangun bertahun-tahun dari masa gelap di awal krisis akan sia-sia. Itu tanggungjawab kita semua generasi muda ke depan,” tuturnya.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, Presiden telah memerintahkan aparay penegak hukum untuk mengamankan situasi dalam negeri.

“Di banyak kesempatan saya sampaikan aparat keamanan dan penegak hukum dan jajaran lembaga negara bersatu menjaga kelanjutan situasi dalam negeri yang kondusif untuk pembangunan ekonomi yang bisa tingkatkan kesejahteraan rakyat kita,” paparnya.

Presiden juga meminta aparat Kepolisian untuk bertindak tegas manakala terjadi aksi yang melebihi kepatutan. “Apalagi melawan konstitusi. Rakyat akan menang, negara tenteram dan kita bisa tingkatkan pembangunan,” tutupnya.

BBM Naik, Buruh Ancam Demo Besar-Besaran

Minggu, 11 Maret 2012 07:03 wib
 2  57 Email0
Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA – Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) mengancam akan melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran jika pemerintah tetap keukeuh menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada April mendatang.

Presiden KSPSI, Andi Gani Nena Wea mengatakan, percuma ada kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) jika nyatanya bahan bakar juga ikut naik. Kenaikan UMK tidak akan sebanding lagi dengan tingginya harga bahan bakar.

Dia mencontohkan, harga rumah kontrakan di Bekasi sudah naik Rp50 hingga Rp100 ribu. Padahal harga bahan bakar belum naik. Dia mengaku tidak bisa membayangkan bagaimana jika bahan bakar naik.

“Apalagi per 1 April BBM akan naik, mungkin naiknya akan lebih parah lagi. Jadi kenaikan UMK percuma buat kami, karena BBM menghajar kami,” kata dia dalam keterangan pers tertulisnya kepada okezone, Minggu (11/3//2013).

Ditambahkan, sempat ada euforia di kalangan buruh pasca ada perubahan UMK. Tapi kini, pekerja kalangan bawah akan kembali meringis karena semua harga kebutuhan diprediksi akan naik mengikuti harga bahan bakar.

“Kebijakan tersebut akan membawa efek domino terhadap kenaikan harga-harga yang semakin menambah kesulitan ekonomi rakyat,” ujarnya.

Menurutnya, beban belanja negara dapat ditingkatkan dari pendapatan negara dengan menerapkan pajak progresif kepada perusahaan migas asing atau perusahaan tambang yang sekarang tarif pajaknya bervariasi antara 10 hingga 12,5 persen.

“itu tidak sesuai dengan ketentuan dalam UU nomor 7 tahun 1983 tentang pajak penghasilan yakni sebesar 20 persen,” cetusnya.

Dia juga berharap pemerintah meninjau ulang kontrak bagi hasil dengan perusahaan yang mengeksplorasi sumber daya alam Indonesia yang menguntungkan tanah air. “Batalkan kebijakan kenaikan BBM dan tarif dasar listrik, jika tidak kami akan unjuk rasa nasional,” pungkasnya.

Mahasiswa Medan Bakar Foto SBY-Boediono

Senin, 12 Maret 2012 12:25 wib
 0  1 Email0
Foto SBY-Boediono dibakar mahasiswa (Foto: Risna/okezone)

Foto SBY-Boediono dibakar mahasiswa (Foto: Risna/okezone)

MEDAN – Ratusan mahasiswa melakukan aksi menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dengan membakar foto Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Wakil Presiden Boediono.

Aksi yang berlangsung di depan SPBU di Jalan Gatot Subroto, Medan, Sumatera Utara ini diawali dengan orasi. Massa mengklaim, kenaikan harga BBM semakin menyengsarakan rakyat.

“Kenaikan harga BBM sama dengan menggantung leher rakyat miskin,” teriak koordinator aksi, Johan, di lokasi, Senin (12/3/2012).

Belum puas, massa kemudian membakar sejumlah foto Presiden SBY dan wakilnya Boediono, sambil menyanyikan lagu-lagu.

Aksi unjuk rasa tersebut membuat arus lalu lintas di sekitar lokasi tersendat.

Mahasiswa Medan Bakar Foto SBY-Boediono

Senin, 12 Maret 2012 12:25 wib
 0  1 Email0
Foto SBY-Boediono dibakar mahasiswa (Foto: Risna/okezone)

Foto SBY-Boediono dibakar mahasiswa (Foto: Risna/okezone)

MEDAN – Ratusan mahasiswa melakukan aksi menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dengan membakar foto Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Wakil Presiden Boediono.

Aksi yang berlangsung di depan SPBU di Jalan Gatot Subroto, Medan, Sumatera Utara ini diawali dengan orasi. Massa mengklaim, kenaikan harga BBM semakin menyengsarakan rakyat.

“Kenaikan harga BBM sama dengan menggantung leher rakyat miskin,” teriak koordinator aksi, Johan, di lokasi, Senin (12/3/2012).

Belum puas, massa kemudian membakar sejumlah foto Presiden SBY dan wakilnya Boediono, sambil menyanyikan lagu-lagu.

Aksi unjuk rasa tersebut membuat arus lalu lintas di sekitar lokasi tersendat.

RUU Memperlemah KPK Tak Disetujui Pemerintah

Sabtu, 10 Maret 2012 12:41 wib
 0  4 Email0
Denny Indrayana (Foto: Heru H/Okezone)

Denny Indrayana (Foto: Heru H/Okezone)

JAKARTA – Wakil Menteri Hukum dan HAM, Denny Indrayana menyatakan pemerintah tidak akan menyetujui jika DPR membuat Rancangan Undang-Undang yang akan melemahkan fungsi KPK. Bahkan dia meminta kalau perlu KPK memiliki tim penyidik independen.

Denny menerangkan kalau perlu tugas aturan KPK diperjelas, misalnya KPK memiliki penyidik yang independen. Intinya kalau DPR membuat RUU dengan tujuan melemahkan KPK, maka pemerintah dipastikannya tidak akan menyetujui RUU tersebut.

“Saya bilang, kalau RUU KPK itu akan melemahkan KPK, pemerintah pasti tidak setuju. Presiden sudah berkali-berkali mengatakan kita butuh institusi anti korupsi yang kuat,” ungkap Denny kepada wartawan di Warung Daun Cikini, Jakarta, Sabtu (10/3/2012).

Wamenkumham mengingat beberapa hal yang menjadi tugas KPK sudah minta dihilangkan, mulai dari penyadapan hingga penindakan. Namun, semua itu ditolak karena menurutnya lembaga antikorupsi pimpinan Abraham Samad masih membutuhkan penyadapan sampai ke penindakan.

“Dulu saya ingatkan, penyadapan mau dihilangkan, penuntutan dihilangkan, penindakan dihilangkan, kita kemudian bilang nggak, kita masih butuh KPK yang punya penuntutan, penyadapan dan menindak. Jadi kalau kemudian RUU mengarah pada pelemahan KPK pemerintah akan menolak,” simpulnya.

Denny memaparkan, jika RUU tersebut nantinya ditolak oleh pemerintah, maka tidak akan disahkan atau menjadi UU. Pasalnya dalam mengesahkan UU harus dengan persetujuan keduanya, yakni pemerintah dan DPR.

“RUU tersebut ga akan jadi UU. Kan harus ada persetujuan bersama sesuai UUD. Karena UU harus mendapat persetujuan pemerintah dan DPR, kalau pemerintah ga setuju ya ga akan jadi UU,” pungkasnya.

Rusak Warnet, Anggota Geng Motor Babak Belur Dihakimi Massa

Minggu, 4 Desember 2011 06:37 wib
 0  15 Email0
Ilustrasi

Ilustrasi

MEDAN – Puluhan anggota geng motor tiba-tiba menyerbu sebuah warung internet (warnet) di Jalan Gaperta Ujung, Medan Helvetia, Minggu (4/12/2011) dini hari. Beruntung polisi berhasil menangkap tujuh di antara mereka.

Namun, warga yang sudah terlanjur geram, langsung memukuli ketujuh para pemuda tanggung ini hingga babak beluk. Warga marah lantaran tanpa diketahui sebabnya, mereka melempari kaca rumah toko dan beberapa komputer di warnet tersebut.

Petugas kepolisian juga kewalahan menghalangi warga agar tidak melakukan pemukulan. Pantauan di lokasi kejadian, batu-batu masih tampak berserakan di lantai warnet.

Menurut Radit, salah seorang pengunjung warnet, anggota geng motor ini datang mengendarai puluhan sepeda motor dan langsung melemparkan batu ke arah warnet tanpa alasan yang jelas.

Kasusnya kini ditangani Polsek Medan Helvetia. Sementara tujuh anggota geng motor sudah menjadi bulan-bulanan warga serta barang bukti berupa kayu dan batu juga dibawa ke Mapolsek setempat.

Geng Motor Serang Warga di Makassar

Senin, 24 Oktober 2011 03:34 wib
 3  7 Email0
Ilustrasi

Ilustrasi

MAKASSAR – Anggota geng motor kembali membuat ulah di Makassar, Sulawesi Selatan. Kali ini puluhan anggota geng motor menyerang warga di Jalan Veteran Utara dini hari tadi.

Aksi penyereangan ini diduga sebagai bentuk balas dendam terhadap warga karena sering dibubarkan saat menggelar balap liar. Dalam penyerangan ini justru dua anggota geng motor nyaris diamuk warga setelah terjatuh dari motor.

Kedua pemuda tersebut berhasil lolos dari amukan massa setelah Polsek Makassar datang mengamankan keduanya. Namun motor milik mereka dirusak massa. Tawuran antara geng motor dengan warga kerap terjadi.

Namun aksi penyerangan kali ini dipicu tindakan warga yang membubarkan paksa aksi balap liar. Warga mengaku terganggu dengan balap liar yang dilakukan pada saat warga beristirahat.

Diduga Dianiaya Geng Motor, 1 Remaja Tewas & 1 Kritis

Selasa, 3 Januari 2012 16:50 wib
 1  9 Email0
Ilustrasi (thestraitstimes)

Ilustrasi (thestraitstimes)

BANDUNG – Dua remaja diduga menjadi korban kebrutalan anggota geng motor di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Korban diketahui bernama Fahmi (15), tewas dengan luka parah akibat hantaman benda tumpul di kepala, sementara Lukman Hakim masih kritis di rumah sakit.

Tempat kejadian perkara (TKP) di daerah Rancaekek, Kabupaten Bandung, namun lokasi pastinya belum diketahui.

“Saat ini kondisinya belum sadar, Lukman luka di kepala. Kata dokter ada cairan yang keluar di kepala,” tutur orangtua Lukman, Ajat Sudrajat (39) di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Selasa (3/1/2012).

Lukman merupakan warga Babakan Suka Mulya RT 02/06, Kelurahan Cipacing, Kecamatan Jatinangor.

Korban masuk ke RSHS sekira pukul 05.00 WIB sejak kemarin pagi. Korban langsung dioperasi dan ditangani dokter ahli saraf dan otak. Hingga saat ini korban masih berada di Ruang IGD RSHS dan belum sadarkan diri.

Akibat luka pukulan, kepala pelajar Kelas 3 sebuah SMP di Rancaekek ini menerima 20 jahitan sepanjang 10 sampai 15 sentimeter.

Sementara Fahmi, warga Kampung Babakan, Suka Maju, RT 02/06, Jatinangor, dibawa di kamar jenazah RSHS.

Menurut data RSHS, Fahmi meninggal pada Senin 1 Januari kemarin pukul 06.10 WIB. Jenazahnya kini sudah diambil untuk dimakamkan.